Babak Final MTQ XIII Selangkah Lebih Awal

Sebanyak 18 peserta mengikuti acara final MTQ XIII Hifzhil Quran di Convention hall. Acara final yang sebelumnya diagendakan jumat (28/6) dimajukan kemarin sore. Mempertimbangkan jumlah peserta yang lolos babak final, maka final dilaksanakan lebih awal. Rabu (26/6) babak penyisihan Hifdzil Quran dua juz masih menyisahkan waktu efektif acara yaitu pukul 17.30 WIB, panitia pun berinisiatif melanjutkan babak penyisihan juz lima cabang Hifdzil Quran. “Hari ini melanjutkan babak penyisihan Hifdzil Quran lima juz sejak pagi,” tutur Tika selaku Liaison Officer (LO) Acara, kemarin.

USU Juarai Final Fahmil Qur’an

Final Fahmil Qur’an Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQ MN) XIII berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang, hari ini Kamis, 27 Juni 2013. Universitas Sumatra Utara (USU) keluar sebagai juara pertama. USU menang mutlak dengan skor 1710 mengalahkan Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Gadjah Mada dengan skor masing-masing 875, 805, dan 775.

Daftar Final MTQ Mahasiswa Nasional XIII Tahun 2013

DAFTAR PESERTA FINAL 12 CABANG LOMBA MTQ MAHASISWA NASIONAL2013
DI UNIV.  ANDALAS DAN UNIV.  NEGERI PADANG, 23-26 JUNI 2013



I.    Daftar Peserta Final Enam Cabang Lomba di Univ. Negeri Padang

Final Karya Tulis Ilmiah: 26 Juni 2013 di LPMP Sumbar:

Babak Penyisihan Terakhir Tilawatil Quran

Kamis (27/6), hari terakhir babak penyisihan cabang Tilawatil Quran MTQ MN XIII tahun 2013 berjalan lancar. Hari ketiga ini diikuti oleh peserta yang dimulai dari TQ : 158. Acara yang berlangsung khidmat ini dimulai pada pukul 08.30 WIB di Auditorium Universitas Andalas. Tampil di hari terakhir sebelum memasuki babak final membuat suasana ruang tunggu peserta semakin menegangkan.

Qira’atus Sab’ah Diikuti 24 Peserta

Perlombaan MTQ cabang qira’atus sab’ah berlangsung hari ini (27/6). Salah satu cabang MTQ ini diiikuti sebanyak 24 peserta dari total 121 universitas yang berpatisispasi dalam MTQ nasional tahun ini. “Qira’atus sab’ah berbeda dengan tilawah, kalau diibaratkan bahasa, ini seperti dialek dalam berbicara, iramanya jauh lebih sulit dibandingkan dengan tilawah,” tambahnya. Tingkat kesulitan yang tinggi inilah yang menyebabkan sedikitnya universitas mengutus utusannya dicabang ini.

Syndicate content